Iluvmyclass’s Weblog

INISIASI 1

Posted on: September 6, 2008

A. Pendekatan Klasik Teori Pertumbuhan
Teori pertumbuhan dari sisi pandang pendekatan klasik mempunyai asumsi bahwa perkembangan ekonomi berjalan dalam keadaan pasar bebas dengan persaingan yang sempurna tanpa adanya unsur monopoli.

1.Adam Smith
Dalam Teori Pertumbuhan, modal menempati posisi sentral. Akumulasi modal, menurut Smith, tidak dapat dilepaskan dari perluasan pasar. Potensi pasar dapat dicapai secara maksimal apabila warga masyarakat diberi kebebasan seluas-luasnya untuk melakukan pertukaran dalam kegiatan ekonominya. Pengaturan yang datang dari pemerintah hanya akan menciutkan pertumbuhan pasar.

2.David Ricardo
Proses pertumbuhan ekonomi mengikuti rumusan ‘The Law of Dimishing Return’ yang berbunyi: “apabila salah satu input tetap sedangkan input-input lain di tambah penggunaannya, maka tambahan input tersebut mula-mula akan menyebabkan kenaikan produktivitas. Akan tetapi apabila input-input tersebut terus ditambah maka produktivitas selanjutnya akan menjadi menurun”.

3.Thomas Robert Malthus
Dengan Theory of Underconsumption, Malthus berpendapat bahwa secara alamiah populasi akan terus mengalami peningkatan lebih cepat daripada suplai makanan. Produksi makanan per kapita akan mengalami penurunan, sementara populasi mengalami kenaikan

4.Karl Marx
Dengan Teori Konfliknya, Marx berpendapat, salah satunya, bahwa karena tingkat keuntungan yang diperoleh pengusaha adalah fungsi dari “nilai lebih” (yaitu selisih antara produiktivitas buruh dengan nilai tenaga buruh yang dinyatakan dalam bentuk upah), maka pengusaha akan mengeksploitasi buruh untuk meningkatkan keuntungannya.

5.Walt Whitman Rostow
Rostow menyatakan bahwa proses pembangunan ekonomi akan mengikuti tahap perekonomian tradisional, tahap prakondisi tinggal landas, tahap tinggal landas, tahap menuju kedewasaan, dan tahap konsumsi massa tinggi.

6.Keynes dan Neo Keynes
Keynes berpendapat bahwa pasar dalam tatanan ekonomi modern dapat terjebak dalam ekuilibrium kekurangan pekerjaan. Melalui kebijakan moneter dan fiskal, pemerintah dapat menstimulus ekonomi dan membantu menjaga produktivitas dan pekerjaan setinggi-tingginya.

7.Roy Harrod dan Evsey Domar (Neo Keynes)
Harrod melalui instability theorem mengemukakan bahwa pada proses pertumbuhan melekat suatu faktor ketidakstabilan yang menjadi gangguan terhadap kondisi ekuilibrium, sehingga diperlukan langkah-langkah kebijakan tertentu ntuk menanggulangi ketidakstabilan guna menjaga pertumbuhan yang berdasarkan ekuilibrium yang stabil

B. Pendekatan Neo Klasik
Pemikiran Neo Klasik bersandar pada argumen bahwa sistem ekonomi hendaknya didasarkan sepenuhnya pada pemilikan individu atas faktor-faktor produksi, mekanisme pasar, dan persaingan bebas. Dalam hal ini regulator utama kehidupan ekonomi adalah mekanisme pasar.
Pendekatan Neo Klasik ini dikritik antara lain oleh Nicholas Kaldor, ian Livingstone, Amartya Sen, Chakravarty, dan Dennis Goulet, dengan pendapat umumnya bahwa 1) pendekatan anomistik pada masyarakat yang menganggap bahwa sistem terdiri dari para individu sehingga yang terbaik untuk individu menjadi yang terbaik untuk masyarakat jelas tidak didasarkan pada konsep masyarakat sebagai suatu sistem sosial, dan 2) kebebasan memilih oleh para individu di masyarakat negara berkembang dalam situasi kelembagaan masyarakat yang pincang tidak dapat dilakukan oleh pihak-pihak yang lemah.

C. Pendekatan Strukturalis
Pokok pikiran pendekatan ini berpusat pada efek perdagangan bebas terhadap 1) hubungan ekonomi negara berkembang dengan negara maju, 2) pembagian kerja internasional, negara-negar berkembang yang memproduksi dan mengekspor barang-barang mentah, serta 4) negara maju yang memproduksi produk-produk manufaktur.

1.Dudley Seers
Berpendapat jika pertumbuhan yang berkesinambungan terjadi di sektor modern yang diiringi dengan terjadinya diversifikasi struktural dalam ekonomi maka situasi ini akan menimbulkan penyerapan tenaga kerja dari sektor tradisional ke sektor-sektor yang berproduktivitas tinggi dengan upah yang juga tinggi.

2.Hans Singer
Menurutnya pembagian kerja internasional mengakibatkan negara-negara yang belum berkembang menjadi negara-negara pinggiran yang perannya adalah sekedar memproduksi dan mengekspor bahan-bahan mentah. Sementara negara-negara maju (negara pusat) lebih berperan sebagai pihak yang memproduksi produk-produk manufaktur

3.Joan Robinson
Menyatakan bahwa program pembangunan di negara-negara berkembang harus menempatkan sektor pertanian sebagai induk pembangunan, sedangkan sektor industri adalah motor pembangunan. Beliau juga menyatakan bahwa perdagangan bebas akan menjerumuskan negara-negara berkembang ke posisi terpukul dikarenakan nasionalisme merupakan motif dasar setiap ekonomi internasional.

4.Gunnar Myrdal
Dengan tesis cummulative causation, Myrdal berpendapat bahwa hubungan ekonomi negara-negara maju dengan negara-negara belum maju telah menimbulkan ketimpangan internasional dalam pendapatan per kapita dan kemiskinan di negara-negara yang belum maju.

5.Paul Baran
Berpendapat bahwa untuk memungkinkan negara-negara yang terbelakang memasuki jalan pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial, maka kerangka politik negara-negara ini hendaklah diubah secara drastis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: